“Saiunkoku Monogatari: Hikari Furu Ao no Daichi” – Kekuatan Nyawa

3238552

Judul: Saiunkoku Monogatari Hikari Furu Ao no Daichi (Saiunkoku Monogatari 8)

Judul asli: 彩雲国物語 光降る碧の大地

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: 1 Februari 2006

Eigetsu meninggalkan kursi Gubernur Sa untuk menolong para korban wabah sebagai dokter. Namun, tiba-tiba dia menghilang! Sementara itu Shuurei bergegas menuju ke Provinsi Sa. Bisakah Shuurei menyelamatkan korban wabah, menghadapi aliran sesat yang memanfaatkan wabah untuk memancing Shuurei, dan juga menyelamatkan Eigetsu?

Yougetsu yang selama ini cuma digambarkan sebagai “makhluk misterius yang sifatnya bertolak belakang dengan Eigetsu” menjadi benar-benar hidup. Melalui berbagai tindakan dan kesempatan mengintip ke dalam pikirannya, pembaca dapat mengenal karakter Yougetsu dan bersimpati padanya. Eigetsu juga semakin menarik. Kita melihat Eigetsu menunjukkan lebih banyak emosi, bahkan kemarahan yang begitu besar.

Dan akhirnya di volume ini aku bisa mengakui Ensei sebagai pendamping yang baik bagi Shuurei. Biasanya aku menganggap Ensei terlalu memanjakan Shuurei dengan berbagai pujian, tapi akhirnya aku sadar dia hanya melakukan itu di belakang Shuurei. Di hadapan Shuurei dia selalu bersikap tegas tanpa tanggung-tanggung. Dengan itu dia menjadi pembimbing yang baik dan mengimbangi peran Seiran di hidup Shuurei.  mbimbing Shuurei. Sebagai balasan Shuurei menerima segala dari Ensei, membuat Ensei percaya sepenuhnya, dan bahkan bisa melindunginya. Hubungan saling mempengaruhi antar kedua tokoh ini hebat.

Begitulah plot “arc Eigetsu” dengan pintar menonjolkan daya tarik dan perkembangan tokoh-tokohnya. Tidak cuma tokoh-tokoh utama, para dokter dan warga desa pun ditonjolkan perjuangannya sehingga mengundang simpati.

Ceritanya sendiri tidak kalah menarik. Hubungan keluarga Eigetsu-Yougetsu-Doushu yang mengharukan, kisah cinta Kourin-Eigetsu yang menyesakkan, persahabatan Eigetsu-Ryuuren yang manis. Dan yang paling utama adalah kisah tentang kekuataan nyawa.

Eigetsu dan Shuurei percaya bahwa nyawa semua manusia sama pentingnya. Berpegang pada nilai ini mereka melakukan berbagai hal yang akhirnya menginspirasi orang-orang di sekitar mereka. Kisah ini menunjukkan bahwa manusia punya insting kuat untuk hidup. Insting itu kadang menghancurkan hidup orang lain, kadang memberi harapan. Terlepas dari itu, selama yakin akan pentingnya nyawa manusia cukup kuat untuk mencintai serta memilih jalan selain kematian, meski jalan itu begitu mudah dan menggoda.

Sayangnya, akhir cerita antiklimaks dan kurang memuaskan. Twist di penghujung cerita menipu pembaca yang sudah rela menguras emosi tanpa memberi imbalan yang setimpal. Rasanya ending ini tidak menghargai Eigetsu, Yougetsu, dan aku sebagai pembaca. Padahal tadinya aku sudah terbawa emosi, mengharu-baru, dan berniat memberi bintang lima (demi subjektivitas). Tapi aku sadar bahwa ini mungkin bukan sepenuhnya keputusan penulis. Bisa jadi ada campur tangan editor.

Dengan ini berakhirlah kisah Shuurei di Provinsi Sa. Sampai jumpa Ensei, Eigetsu, dan semuanya. Semoga bisa bertemu lagi. Sekarang saya mau nangis di pojok menangisi perpisahan ini.

Advertisements
Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | 3 Comments

“Saiunkoku Monogatari: Kokoro wa Ai yori mo Fukaku” – Konflik, Konflik, Konflik

3238550

Judul: Saiunkoku Monogatari Kokoro wa Ai yori mo Fukaku (Saiunkoku Monogatari 7)

Judul asli: 彩雲国物語 心は藍よりも深く

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: 30 September 2005

Ada banyak cerita berjalan sekaligus: hubungan Eigetsu dengan Yougetsu, penyakit misterius yang melanda Provinsi Sa, rencana pembangunan sekolah, perjodohan Shuurei, cinta Eigetsu dan Kourin, hingga kemunculan aliran sesat yang mengancam posisi Shuurei. Tidak ketinggalan juga petunjuk-petunjuk tentang cerita-cerita yang sepertinya bakal menjadi penting ke depannya, antara lain hubungan keluarga Hyou dengan Shuurei.

Di antara begitu banyak cerita, mari mulai dengan kisah Eigetsu. Plot ini berjalan bagus. Tekad Eigetsu dan Doushu sangat mengharukan. Semakin banyak hal tentang Eigetsu yang terungkap, semakin aku suka padanya. Perbuatan baik yang ia lakukan bukan karena dia orang suci dan bukan juga karena ia orang munafik yang mau dianggap baik. Dia cuma melakukan apa yg ia mau dan segala yang ia bisa. Seringkali perbuatannya itu membawa kebaikan bagi orang lain, dan terkadang bagi orang lain malah menjadi tindakan yang seenaknya sendiri. Sisi baik dan buruk Eigetsu bersandingan dengan baik sehingga dia tidak menjadi tokoh yang sempurna.

Beralih ke Shuurei.  Sebenarnya Shuurei juga punya sisi baik dan buruk yang seimbang. Sayangnya berbeda dengan Eigetsu, penggambaran Shuurei seringkali mendikte sehingga kadang bisa membuat hilang simpati. Dan lagi rasanya sebal karena dia tidak tahu banyak hal. Hal tentang keluarga Hyou tidak masalah masih dirahasiakan karena itu juga rahasia untuk pembaca. Tentang Reishin juga masih tidak apa karena dimanfaatkan untuk humor. Tapi banyak hal-hal tentang pekerjaan yang dirahasiakan darinya dan ini sulit aku terima.

Meski masih banyak dimanjakan oleh orang-orang sekitar, Shuurei mampu menunjukkan kemajuan dalam pekerjaannya. Memang selain faktor orang-orang sekitar, faktor keberuntungan juga banyak berperan. Tapi tidak ada yang salah dengan itu. Shuurei baru gagal jika dia tidak memanfaatkan keberuntungan itu dengan baik. Dan di volume ini Shuurei membuktikan bahwa dia gadis yang cukup cerdas untuk memanfaatkan keberuntungan.

Nah, sekarang Ryuuki! Tokoh satu ini semakin menunjukkan kehebatannnya sebagai raja melalui keputusan-keputusannya yang cerdik dan bebas dari kepentingan pribadi. Saking hebatnya kadang rasanya ngeri. Ngeri melihat “Raja” perlahan menggantikan “Ryuuki”.

Shuurei dan Ryuuki semakin hebat dan kisah cinta mereka pun semakin mengiris hati. Hati ini masih harus dikoyak lagi melihat pria-pria lain yang juga menaruh hati pada Shuurei. Proses menunjukkan perasaan mereka kepada Shuurei begitu menggugah emosi sehingga aku berharap mereka berhenti menyukai Shuurei demi menyelamatkan hatiku yang tidak tega. Malah ditambahi percintaan Eigetsu-Kourin yang juga tidak kalah menyedihkan. Kontras pasangan-pasangan yang miris ini dengan pasangan bahagia Tei Yushun – Sai Rin tambah membuatku pingin nangis.

Dengan begitu banyak cerita berjalan sekaligus, apa volume ini bisa merangkainya dengan baik? Jawabannya, ya. Inilah salah satu kekuatan Saiunkoku Monogatari. Tak hanya itu, serial ini juga ahli dalam menyebar bibit-bibit tentang cerita selanjutnya. Nah, bagaimana Saiunkoku Monogatari menuai bibit itu di volume kedelapan?

Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | Leave a comment

“Saiunkoku Monogatari: Kakeyuku Hakugin no Sunadokei”- Pilihan

2379413

Judul: Saiunkoku Monogatari Kakeyuku Hakugin no Sunadokei (Saiunkoku Monogatari 6)

Judul asli: 彩雲国物語 欠けゆく白銀の砂時計

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: 30 Juli 2005

Shuurei Kou meninggalkan Provinsi Sa untuk menghadiri pertemuan rutin para petinggi pemerintahan di ibukota Saiunkoku. Ia juga membawa misi penting demi kemajuan Provinsi Sa. Sementara itu, setelah lama tidak bertemu, diri Ryuuki mulai “menghilang”? Pekerjaan maupun percintaan sama-sama bikin Shuurei kelabakan!

Kali ini tema yang menonjol adalah bagaimana seseorang mengambil pilihan. Kedudukan menuntut pengorbanan dari Ryuuki dan Shuurei. Ryuuki harus merelakan dirinya digantikan oleh “Raja” dan hanya bisa menjadi “Ryuuki” di hadapan Shuurei. Shuurei terikat oleh posisinya, terutama sebagai putri keluarga Kou. Banyak orang yang akan berusaha memanfaatkannya untuk berbagai tujuan.

Sedangkan Seiran menyadari bahwa ia bisa memilih berbagai jalan. Tadinya ia bingung tapi sekarang sepertinya dia sudah mantap memilih satu jalan demi menghargai orang-orang yang berharga baginya.

Apa Shuurei dan Ryuuki tidak punya pilihan seperti Seiran? Tidak juga. Mereka semua sama-sama dilanda konflik batin dan sama-sama memilih. Memang pilhan Seiran lebih banyak daripada mereka berdua. Namun, Ryuuki dan Shuurei juga bisa memilih. Didorong oleh tekad dan mimpi masing-masing, mereka sudah memilih jalan yang sepi dan berliku. Apa konsekuensi dari pilihan mereka? Sambil menunggu hasilnya mari kita nikmati kisah lainnya. Kali ini fokus akan jatuh pada Eigetsu!

Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | Leave a comment

“Saiunkoku Monogatari: Shikkoku no Tsuki no Utage” – Kalau Saya Bilang Putih Ya Putih

3238076

Judul: Saiunkoku Monogatari Shikkoku no Tsuki no Utage (Saiunkoku Monogatari 5)

Judul asli: 彩雲国物語 漆黒の月の宴

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: 1 Maret 2005

Bagian kedua dari arc “Provinsi Sa”.

Ini saatnya untuk membahas salah satu permasalahan terbesar Saiunkoku Monogatari: pelanggaran terhadap aturan show, don’t tell.

Pelanggaran ini tampak dari penggambaran karakter Shuurei yang terlalu banyak menggunakan pujian dari tokoh lain. Memang Shuurei punya dasar yang baik, seperti yang telah ditunjukkan ketika dia pantang menyerah dalam menjalani tugasnya dan setiap kali dia memilih cita-cita daripada cinta. Sedangkan sebagai pegawai pemerintahan kerja Shuurei sendiri sebenarnya belum bagus, dan memang wajar karena dia baru dan tanpa pengalaman. Tapi orang-orang di sekitarnya (khususnya Ensei) sudah pada memuji. Dengan ini penulis mendikte kehebatan Shuurei kepada pembaca. Ini bisa mengurangi simpati pembaca terhadap Shuurei.

Contoh lain atas pelanggaran penulis adalah penggambaran Sa Kokujun. Kemiripan Kokujun dengan Sa Enjun berulang kali ditunjukkan hanya dengan kata-kata dari tokoh lain. Jadinya adalah pemaksaan penggambaran tokoh kepada pembaca. Pembaca tidak dibiarkan untuk punya pendapat sendiri.

Penulis fiksi mungkin punya gaya penulisan yang berbeda-beda. Menurutku “aturan-aturan kepenulisan” bisa dan boleh bervariasi. Tapi aturan show don’t tell ini nampaknya bersifat universal. Serial ini berlabel light novel yang digemari lebih karena tokoh-tokoh yang unik dan setting yang asik daripada gaya penulisan yang baik. Seharusnya pelanggaran aturan show don’t tell tidak jadi masalah di serial seperti ini. Tapi mau tidak mau pembaca yang sensitif dengan gaya penulisan merasa terganggu. Apa pembaca seperti itu harus mencari bacaan lain?

Nah, di sinilah kekuatan Saiunkoku Monogatari muncul. Terlepas dari gaya penceritaan, seperti yang aku sebutkan di resensi volume keempat, serial ini kuat dalam merangkai konflik batin. Tidak hanya Shuurei dan Ryuuki, konflik dalam diri tokoh-tokoh lain juga mampu menggerakkan emosi pembaca. Salah satu konflik batin yang dibahas di volume ini adalah milik Seiran. Demi orang yang berharga baginya dia rela melepas orang yang dicintainya. Tapi orang yang dicintainya terpikat oleh orang yang berbahaya. Tak tega rasanya meninggalkan Seiran yang sedang galau seperti ini.

Meski gaya penceritaan Saiunkoku Monogatari banyak mendikte, pembaca (seperti saya) yang sudah terlanjur jatuh hati dengan tokoh-tokohnya masih bisa bersabar. Apalagi konflik batinnya semakin emosional dan menarik untuk diikuti.

Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | Leave a comment

“Saiunkoku Monogatari: Omoi wa Harukanaru Sato e” – Dua Sisi Koin

3238074

Judul: Saiunkoku Monogatari Omoi wa Harukanaru Sato e (Saiunkoku Monogatari 4)

Judul asli: 彩雲国物語 想いは遥かなる茶都へ

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: 30 September 2004

Kou Shuurei, peringkat ketiga ujian nasional sekaligus pegawai pemerintah perempuan pertama, dan Eigetsu To, peringkat pertama dan pegawai pemerintah termuda di usia 13 tahun. Setelah melalui masa uji coba kedua pegawai baru ini mendapat perintah langsung dari raja untuk menjadi gubernur Provinsi Sa. Posisi pertama langsung disertai tanggung jawab berat. Apalagi Provinsi Sa dikenal sebagai provinsi paling “bandel” berkat keluarga Sa yang berkuasa di sana.

Dengan satu karakter perempuan yang dikelilingi banyak laki-laki keren, Saiunkoku Monogatari bisa dibilang masuk ke dalam kategori reverse harem. Kebanyakan serial dalam genre ini biasanya penuh dengan tokoh utama yang entah kenapa disukai oleh banyak laki-laki pada saat bersamaan. Tokoh utama biasanya sudah condong ke satu tokoh laki-laki sejak awal, atau hubungannya dengan semua orang berakhir mengambang. Inilah mengapa ada orang-orang yang menghindari genre ini.

Dengan format seperti genre reverse harem, Saiunkoku Monogatari bisa dengan mudah membuat beberapa segmen pembaca kehilangan minat. Tapi dengan tokoh-tokoh menarik, konflik batin yang sengit di dalam diri mereka masing-masing, dan perkembangan karakter yang tidak terburu-buru, Saiunkoku Monogatari punya potensi untuk melakukan hal yang lebih buruk: dia akan merobek hatimu jadi serpihan kecil dan meninggalkanmu sendiri untuk memungutnya.

Kemunculan “Sen’ya” memperumit kisah cinta yang sudah ruwet. Dan sebagai pendukung Ryuuki hatiku teriris melihat hati Shuurei tergerak oleh pria selain Ryuuki. Tapi jelas terlihat tanda-tanda bahwa keberadaan Sen’ya akan berguna dalam perkembangan karakter Shuurei, khususnya pikiran dan sikapnya terhadap cinta. Sen’ya begitu mengingatkan Shuurei pada Ryuuki dan memaksanya untuk memikirkan caranya menanggapi cinta Ryuuki; hal yang selama ini dia hindari karena takut kehilangan hal berharga lainnya jika mencurahkan segenap perasaan pada satu orang. Bagaimana Shuurei menyikapi hal ini menarik untuk dinanti.

Di sisi lain, plotnya patut disayangkan. Penggerak plot terlihat lemah seperti volume sebelumnya. Contohnya, ketika Shuurei terpisah dari yang lain. Penggerak plot ini tidak masuk akal. Mungkin aku juga yang salah karena berharap plot yang meyakinkan. Tapi patut disayangkan karena plot ini membuat karakter Ensei tidak konsisten.

Menginjak volume keempat Saiunkoku Monogatari semakin menunjukkan baik kekuatan maupun kelemahannya. Saranku, ketika baca jangan perhatikan detil plot. Bacalah demi tokoh-tokoh yang kamu suka dan konflik batin yang melanda mereka.

Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | Leave a comment

“Saiunkoku Monogatari: Hana wa Shikyuu ni Saku” – Kesetaraan yang Sebenarnya

3238547

Judul: Saiunkoku Monogatari – Hana wa Shikyuu ni Saku (Saiunkoku Monogatari 3)

Judul asli: 彩雲国物語―花は紫宮に咲く

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: Juli 2004

Shuurei Kou mengikuti ujian pegawai pemerintahan Kerajaan Saiunkoku sebagai peserta perempuan pertama. Ia berhasil lulus dan bahkan menduduki peringkat ketiga. Namun, ini bukan berarti jalan Shuurei menjadi mudah. Masih banyak petinggi yang tidak menyukai keberadaannya dan rekan seangkatan yang menaruh rasa iri. Apalagi, peringkat 20 teratas tahun ini harus mengikuti masa uji coba yang keras di istana sebelum mendapatkan posisi di pemerintahan. Bagaimana Shuurei melalui masa uji coba ini?

Volume ketiga ini merupakan pernyataan awal dari penulis tentang hal yang menjadi poin penting di seri ini: kesetaraan. Bukan berarti untuk menjadi pribadi yang setara Shuurei harus menjadi seperti pria. Tokoh-tokoh dalam buku ini melihat keberadaan Shuurei sebagai perempuan di dalam dunia pria dan mulai menyadari pentingnya peran Shuurei di dunia pemerintahan sebagai perempuan. Pandangan mengenai kesetaraan ini sudah nampak di volume-volume sebelumnya melalui tokoh Shuurei dan interaksinya dengan tokoh-tokoh lain (yang sebagian besar laki-laki), tetapi baru disampaikan dengan gamblang di sini setelah Shuurei benar-benar terjun ke dunia yang didominasi oleh pria.

Sayangnya cara menunjukkan pesan ini kurang menarik. Salah satu contohnya adalah penggunaan penindasan level anak kecil sebagai cobaan Shuurei. Untungnya Shuurei dan tokoh-tokoh lama seperti Kouyuu dan Shuuei serta tokoh-tokoh baru seperti Reishin dan Kijin mampu menunjukkan daya tarik mereka dengan maksimal di cerita yang tanpa mereka akan terasa membosankan.

Nah, sekarang tentang kisah cinta di volume ini. Semakin kuat tekad Shuurei untuk menjadi pegawai pemerintah yang berbakti kepada raja dan rakyat, semakin jauh dia dari Ryuuki. Sadar akan hal ini, Ryuuki pun bimbang. Sebagai raja dia akan tetap mengakui Shuurei sebagai bawahannya. Tetapi ia juga ingin Shuurei melihatnya sebagai “Ryuuki”. Apakah Shuurei bisa memenuhi permintaan ini? Penulis dengan cerdik membuat pembaca (dan Ryuuki) berharap meskipun harapan yang ada hanya secercah. Jika berkomitmen untuk mendukung percintaan ini maka bersiaplah untuk menguras emosi.

Setelah menapakkan langkah awal di volume sebelumnya, kini kita sudah melalui beberapa kilo pertama. Perjalanan begitu bergelombang dan menguras emosi, tapi dengan teman seperjalanan seperti Shuurei dan kawan-kawan pun jadi menyenangkan. Tidak sabar rasanya untuk melanjutkan perjalanan ini.

Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | Leave a comment

“Saiunkoku Monogatari: Ougon no Yakusoku” – Perjalanan Dimulai

3238077

Bahasa: Jepang

Judul asli: 彩雲国物語 黄金の約束

Terjemahan literal: Kisah Negeri Awan Warna: Janji Emas

Penulis: Yukino Sai

Ilustrator: Yura Kairi

Penerbit: Kadokawa Beans Bunko

Tanggal terbit: 28 Februari 2004

Di volume kedua inilah perjalanan Shuurei sebagai pegawai pemerintahan perempuan pertama di Kerajaan Saiunkoku dimulai.

Shuurei Kou telah bercita-cita menjadi pegawai pemerintahan sejak perebutan kekuasaan oleh para putra dari mendiang raja membawa kesengsaraan pada rakyat Saiunkoku 9 tahun lalu. Hasrat itulah yang mendorong Shuurei belajar setiap hari untuk persiapan ujian pegawai negeri sipil. Sayangnya ada satu penghalang besar bagi mimpi Shuurei: perempuan tidak diperbolehkan mengikuti ujian.

Setelah sukses sebagai “permaisuri sementara” dan membuat raja muda Ryuuki Shi tergugah untuk menjalani tugas pemerintahannya di buku pertama, sejenak Shuurei kembali ke kehidupan yang “tenang” (jika mengabaikan banjir kiriman hadiah yang nyentrik dari Ryuuki). Namun, orang-orang di sekitar Shuurei ternyata tidak membiarkannya kembali menjalani hari sambil terus mendekap mimpi yang mustahil. Harapan muncul ketika si raja muda (dengan motif terselubung) mengajukan usulan untuk mengizinkan perempuan mengikuti ujian sipil. Sementara itu Kouyuu Ri, wakil Departemen Administrasi Sipil sekaligus pendamping utama raja, menawarkan Shuurei untuk kerja sambilan di pemerintahan pusat dengan menyamar sebagai laki-laki. Akankah usulan Ryuuki diterima oleh para menteri? Bagaimana Shuurei menjalani pekerjaannya dalam penyamaran?

Volume ini fokus pada usaha Shuurei mendobrak gerbang yang bertahun-tahun menghalanginya menyusuri jalan menuju mimpi. Ternyata selain gerbang berupa undang-undang mengenai ujian sipil, ada gerbang lain yang muncul dari dalam diri Shuurei. Perjuangan Shuurei melewati gerbang-gerbang ini adalah sesuatu yang menginspirasi dan memberi semangat.

Dalam usahanya Shuurei tidak sendiri. Tokoh-tokoh lama maupun baru saling membantu Shuurei melalui perannya masing-masing. Hubungan keterkaitan ini membuat penambahan tokoh-tokoh baru ke dalam cerita berjalan mulus.

Yang tak kalah menarik dengan perjuangan Shuurei menjadi pegawai pemerintah adalah kisah cintanya. Namun, kisah cinta ini tidak berjalan semulus kisah lainnya. Ryuuki telah menunjukkan bahwa Shuurei-lah wanita untuknya. Kali ini Ryuuki juga menunjukkan betapa tulus perasaannya dengan menghargai keinginan Shuurei dan tidak menyalahgunakan kekuasaannya untuk mendapatkan Shuurei. Sedangkan sejauh ini tidak tampak tanda-tanda bahwa Shuurei mempunyai perasaan yang sama. Jelas sekali Ryuuki perlu berjuang lebih keras, apalagi dengan munculnya orang-orang yang berpotensi jadi rival.

Secara keseluruhan volume ini mampu membangun perkembangan karakter dan cerita serta menggabungkannya dalam plot yang menarik, sambil meninggalkan petunjuk-petunjuk yang membuat pembaca penasaran akan kelanjutannya. Yang berharap kisah cinta yang manis mungkin harus bersabar agak lama. Namun, buku kedua ini mampu meyakinkan pembaca bahwa kesabaran itu nantinya akan terbayar.


Resensi “Saiunkoku Monogatari: Ougon no Yakusoku” dalam bahasa Jepang

 

Posted in Bahasa Jepang, Light Novel | Tagged | 1 Comment